Sonora-Minimnya Penyuluh Pertanian Lapangan (PPL) menjadi perhatian serius Komisi II DPRD Sumsel. Arudji Kartawinata Salah seorang anggotanya Jumat (30/1) siang kepada wartawan mengakui dari sekitar 3000 desa yang ada di Sumsel baru sekitar 1200 PPL yang telah disiapkan oleh pemerintah. Padahal tugas seorang PPL sangat penting dalam membantu meningkatkan mutu hasil pertanian. Arudji mencontohkan ketika masa pemerintahan Orde Baru, PPL merupakan ujung tombak keberhasilan para petani. Karena secara ke Ilmuan PPL dinilai melebihi dari petani konvensional. Minimnya pengetahuan petani soal perubahan sistem distribusi pupuk Subsidi merupakan contoh konkret dari minimnya PPL. Di kota Pagar Alam misalnya, saat ini petani menduga tengah menjadi kelangkaan pupuk bersubsidi karena diseluruh tokoh pertanian tidak lagi ditemui pupuk murah tersebut. Padahal yang sebenarnya terjadi pupuk tersebut langsung disalurkan dari PT PUSRI ke kelompok tani tanpa melalui jalur agen dan pengecer. Sistem yang dikenal dengan sistem tertutup ini diharapkan mampu mengurangi tingkat penyelewengan pengusaha nakal.
Menyikapi minimnya penyuluh pertaniaan lapangan, Komisi II DPRD Sumsel merekomendasikan agar dinas Pertanian dan Holtikultura dapat merekrut PPL dalam jumlah yang memadai. Arudji menilai langkah itu dapat juga mengurangi angka pengangguran terdidik dan mendukung program Sumsel sebagai lumbung pangan. (reza)
Popularity: 10% [?]

Comment from sonorapalembang Tuesday, February 3rd, 2009 09:02:
info terbaru: mentan anton afriantono meminta pemda menanggung gaji PPL. Jadi jangan berharap mendapat suply dari pusat.